Sabtu, 25 Februari 2012

Malang dan Batu bersama ALSTE 89

Alste 89 cukup kompak dan merencanakan berkumpul bersama ke Bromo, Malang dan sekitarnya. perjalanan ini sudah direncanakan dari bulan October 2011, akhirnya terealisasi juga.

Kamis, 2 Feb 2012. Jakarta - Malang
lunch di Resto Inggil lalu berburu batik malang dan juga membeli oleh-oleh khas Malang di daerah Dinoyo, saat perjalanan Malang ke Batu. Pulang  dari Batu, kita amakn durian di jalan dan kekenyangan sampai saat dinner kita hanya sanggup makan es krim jadoel di Oen Resto

dari Airport kita sdh dijemput oleh supir dan keliling kota Malang dengan Yarris. Kita melewati alun-alun kota Malang, stasiun kereta dan berhenti untuk makan siang di Resto Inggil yang unik. Resto ini berdekor nuansa Jawa semi museum karena memajang beberapa koleksi jadoel.  Terletak di depan stasiun kereta api, tepat di depan sebuah hotel kuno.

Begitu masuk ke Resto Inggil  disambut patung Ken Dedes dan deretan koleksi berbagai rokok aneh-aneh yang hanya dipasarkan secara lokal. Dibalik bilik pajangan rokok terdapat koran tahun 1935-an terpigura apik berderet-deret di dinding kayu dan juga gambar Pak Karno dan Pak Hatta sedang memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.

ruang selanjutnya terlihat berbagai macam topeng untuk keperluan tari topeng Jawa yang digantung di tengah-tengah jalan masuk ke ruang makan. di sisi kanan ruang makan terdapat rak kayu dengan berbagai macam mesin ketik kuno dan setrikaan ayam, serta radio kuno. di tengah ruang di atur deretan meja kursi tempat kita memesan makanan. di sisi kirinya terletak bilik-bilik rendah dengan tikar dan bantal untuk tempat lesehan.

Menu andalan disini adalah masakan Jawa Timur, yakni pecel terong dan rawon buntut, tahu petis. Kami pun memesan ke-3 jenis masakan tsb.  Selesai bersantap siang, kami melihat toko souvenir yang terletak di depan resto. Hujan rintik-rintik menyertai kami meninggalkan resto inggil menuju ke Batu untuk melihat butik batik Malang

Puas melihat Batik Malang yang berwarna kusam abu-abu karena memakai pewarna dari tanaman (tarub) di kota Batu, kami pun melanjutkan perjalanan balik ke malang dan mampir ke Toko Pia Mangkok yang terkenal unik karena membuat pia dengan isi tangkew beligo yang garing manis.

Hari pertama ini ditutup dengan makan es krim di Oen Restauran dan memfoto Kathedral Malang yang terletak tepat di seberang Oen Resto. sebenarnya pingin makan steak Oen yang bergaya kolonial tenmpo doeloe, namun sudah kekenyangan makan durian

Hotel tempat kami menginap di malang bernama Villa Ubud. Bernuansa Bali dan relatif masih baru. Hotel ini bersih dan nyaman. Jam 10 malam, teman kami dari Gresik tiba dan bergabung bermalam di hotel.

Sarapan bertiga di Billa Ubud Malang dan perjalanan dilanjut ke Oen Resto (lagi) untuk bergabung dengan 3 keluarga lainnya.  Semangat berwisata bersama tidak membuat anak-anak ngantuk karena harus bangun jam 3 subuh untuk mengejar pesawat pertama ke Malang. jauh-jauh ke Malang, anak-anak ini tidak mau sarapan di Oen, malah minta KFC dan McD.....begitu hebat daya tarik resto-resto waralaba modern ini :)

Dengan 2 Elf, kami menuju Batu untuk menjajal Batu Park Zoo2 yang berisi diorama hewan-hewan indonesia atau pun hewan luar negeri dengan tatanan seperti di habitat aslinya.

Saya salut dengan kota Batu Malang yang mempunya Batu Park Zoo1 (seperti Taman Safari Bogor), lalu Batu Park Zoo 2 yang berisi hewan yang sdh diawetkan dan ditata dalam kaca dengan tata lampu yang hangat dan juga Batu Spectakuler Night.  Kota sekecil itu mempunyai 3 wahana wisata keluarga yang bermutu.

Jam 13.15 kita sampai di Batu Park Zoo2 dan membeli tiket masuk seharga Rp. 20,000 per orang. Sangat murah menurut saya untuk tontonan yang saya di dapat didalamnya. Berapa biaya maintenance untuk merawat ruangan indoor sebesar itu dibanding dengan entrance fee Rp. 20.000,-

Batu Park Zoo dibagi 2 bagian besar. bagian pertama adalah wahana-wahana yang membutuhkan adrenalin -  permainan , seperti Mini Dunia Fantasi. Bagian kedua adalah diorama hewan lengkap dengan informasi asal hewan dan habitatnya.  Anak-anak sangat suka berada di dalam diorama hewan ini. Sangat edukatif dan mendidik anak-anak dan menambah pengetahuan umum kami

Di pintu masuk kami disambut dengan sangkar burung raksasa berwarna hijau, lengkap dengan awetan warna warni burung parkit, nuri dan kakaktua (tertulis berasal dari Brazil). Terpampang megah rangkaian tulang belulang dinosaurus di tengah ruangan kedua dan membuat anak teman kaget dan menangis. setelah diterangkan kalau ini hanyalah tulang dan binatangnya sudah mati barulah dia mau berfoto dan melihat-lihat isi museum ini.

selanjutnya berderet burung unta di padang Africa, rusa gunung. leopard dan beragam mamalia. Museum ini terdiri dari ruang kaca di kanan kiri tempat awetan binatang dan beralur berkelok-kelok. Di tengah museum berdiri megah keluarga beruang kutub dalam satu islan display serta keluarga Gajah Africa di island display lainnya.

alur selanjutnya adalah kerang-kerangan dan suasana bawah laut dengan terumbu dan kepiting yang menor berwarna jingga.  Ikan hiu, pari dan beragam ikan lautnya juga menepati akuarium di salah satu sisi museum. selanjutnya kita di tuntun ke ruang insektarium dengan koleksi kupu-kupu yang cantik serta rama-rama beragam ukuran......

Setelah puas melihat aneka ragam hewan, maka kami pun beristirahat di resto yang terletak satu kompleks dengan museum.  Hujan rintik-rintik menghalangi anak-anak bermain wahana permainan dan harus puas di dalam museum resto sambil menunggu teman yang akan gabung lagi untuk bersama-sama ke Bromo.

Interior resto ditata dengan nuansa safari macan tutul. Sofa-sofa empuk di tata di tengah. sementara meja dipinggir diletakkan diatas running belt bergerak perlahan mengitari ruangan. di sisi kanan meja berjalan adalah kandang rusa dan kandang Leopard sehingga anak-anak makan sambil melihat hewan-hewan dialam bebas bercanda dengan teman sekandangnya

Bosan menunggu hujan, kami pun berbelanja di toko souvenir. Magnet kulkas, tutup pencil, gantungan kunci dengan bentuk dan gambar hewan khas batu Park Zoo pun diborong untuk oleh-oleh teman kantor

Batu Park Zoo tutup jam 5 sore dan kami pun menuju ke Bromo, menginap di Bromo Permai. Esok pagi kami akan bangun jam 3 pagi untuk mendaki gunung Bromo. Tujuan kami adalah Penanjakan, Padang Savana dan Pasir berbisik.  Syukur-syukur kami bisa mampir ke Air Terjun Madakaripura.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar